Payudara Bermasalah, Malinda Dee Dirawat

Posted by Unknown 31 Mei 2011 0 comments
ReutersMalinda Dee

JAKARTA,  Malinda Dee masuk Rumah Sakit Polri Dr Sukanto, Jakarta Timur, karena menderita radang pada payudaranya, selain gejala hipertensi dan stres.



Menurut Budi, Malinda Dee menderita radang pada payudaranya, yang kemungkinan besar akibat operasi plastik yang dijalaninya di bagian itu. "Sejauh mana radangnya, saya belum mendapat laporan rinci dari dokter yang menanganinya. Sekarang pun kondisinya masih dalam tahap evaluasi," katanya."Dia dibawa penyidik ke sini Kamis lalu. Sampai sekarang masih menjalani perawatan, walaupun kondisinya mulai stabil," kata Kepala RS Polri Brigjen (Pol) Budi Siswanto, Senin (30/5/2011) sore.
Selain radang pada payudara, Malinda Dee juga mengalami gejala hipertensi dan stres. "Ya, namanya orang yang sedang menjalani pemeriksaan berkaitan dengan masalah hukum, pastilah rentan stres," tambahnya.
Ia memastikan saat ini kesehatan Malinda Dee belum pulih. Tersangka kasus pembobolan dana nasabah Citibank Indonesia itu ditangani oleh lima dokter ahli, antara lain dokter ahli bedah plastik, penyakit dalam, dan psikiater.
"RS Polri punya dua ahli bedah plastik. Jadi, kalau ada masalah dengan kesehatan akibat operasi bedah plastik, datang saja ke sini, enggak perlu ke Singapura," kata Budi
Sumber
.

Hari Tanpa Tembakau, Pelajar Longmarch

Posted by Unknown 0 comments
JAKARTA, Dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS), sebanyak 1.100 pemuda yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, ABRI, Polisi serta kalangan selebriti dan beberapa tokoh masyarakat melakukan longmarch dari Bunderan Hotel Indonesia (HI) menuju Balaikota DKI, Jakarta, Minggu (29/5/2011).

"Saya bangga dengan semua pihak yang mendukung gerak langkah Pemprov DKI Jakarta dalam memerangi bahaya asap rokok di ibukota ini. Saya bangga dengan generasi muda yang mau terbebas dari bahaya rokok. Mari kita jadikan Jakarta kota bebas rokok, kita bahu membahu mewujudkannya," kata Fauzi saat membuka acara Peringatan HTTS di depan gedung Balaikota DKI, Minggu, (29/5/2011).Aksi ini dilakukan mengusung pesan Jakarta Bebas Rokok untuk menciptakan lingkungan sehat dan generasi sehat bebas dari bahaya asap rokok.
Sementara itu, Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT), Farid Moeloek, memaparkan bahwa jumlah perokok di Indonesia merupakan terbesar ke-3 di dunia. Jumlah ini akurat berdasarkan data dari WHO. Bahkan, pertumbuhan konsumsi rokok di kalangan generasi muda Indonesia merupakan yang tercepat di dunia, sedangkan di negara maju lainnya semakin menurun.
Tidak hanya itu, kematian akibat kebiasaan merokok di Indonesia telah mencapai 400 ribu orang per tahun. Meskipun mengenai dampak buruk rokok bagi kesehatan kerap dijelaskan, namun justru iklan dan promosi rokok dibebaskan secara nyata.
Kondisi ini menjadikan anak-anak sebagai target perokok baru, terbukti dengan naiknya perokok pemula. Kenaikan tertinggi sebesar 4 kali lipat terjadi pada kelompok umum 5-9 tahun, sedangkan peningkatan pada kelompok 15-19 tahun adalah 144 persen selama periode 1994-2004.
Dari penelitian Universitas Hamka dan Komnas Anak di tahun 2007, menunjukkan hampir semua anak (99,7 persen) melihat iklan rokok di televisi dan 68,2 persen memiliki kesan positif terhadap iklan rokok, serta 50 persen remaja perokok lebih percaya diri seperti dicitrakan iklan rokok.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah DKI Peni Susanti mengungkapkan, adanya pergub ini justru berfungsi untuk melindungi masyarakat Jakarta dari asap rokok dan membuat masyarakat Jakarta tetap sehat.
Peni juga mengatakan, asap rokok merupakan salah satu sumber pencemaran udara di dalam ruangan. Bagi perokok, hal ini tidak akan jadi masalah besar. Namun, bagi orang-orang yang tidak merokok, ini tentunya menjadi bahaya yang mengancam kesehatannya.
Bahkan, berdasarkan hasil survei, sebagian besar masyarakat kalangan menengah ke bawah menghabiskan 20 persen dari pendapatannya untuk membeli rokok. Hal ini sangat ironis mengingat untuk makan saja terkadang susah, tapi mereka mampu menyisihkan uang hanya untuk rokok.

Jozsef Si Kolektor Buku Mini Terbanyak

Posted by Unknown 0 comments
Kanan: Jozsef dengan kumpulan buku mininya, Kiri: Salah satu buku mini Jozsef/Dailymail
Kanan: Jozsef dengan kumpulan buku mininya, Kiri: Salah satu buku mini Jozsef/Dailymail
BUDAPEST - Seorang kutu buku asal Hongaria, Jozsef Tari, memiliki obsesi untuk dapat menjadi pengoleksi buku miniatur terbanyak di dunia.

Jozsef memiliki puluhan rak dipenuhi 4.500 buku dan novel yang hanya berukuran beberapa milimeter.

Jozsef memiliki buku sastra, sejarah, politik, olahraga dan seni, dari 31 negara di seluruh dunia dengan ukuran yang sangat kecil.

Buku terkecil yang dia miliki berukuran tinggi 2,75 mm dan lebar 1,75 mm.

Meskipun mereka semua memiliki halaman sangat kecil mereka memiliki ukuran font yang dapat dibaca dengan mata telanjang.

"Saya mengembangkan minat saya pada buku miniatur ketika saya bekerja sebagai pencetak buku," ujar József, demikian lansir Dailymail, Senin (30/5/2011).

"Pada awalnya saya menyimpan buku-buku kecil ini di dalam rak kertas, namun saya membuatkan rak khusus agar saya dapat melihat terpajang rapi," imbuhnya.

Kini Jozsef sudah memiliki 4.500 buku mini, tetapi dia berniat untuk terus selalu menambah jumlah koleksinya.

"Saya selalu berusaha mendapatkan beberapa copy dari setiap publikasi sehingga bisa saling bertukar dengan kolektor lain," ujar dia.

Jozsef mulai mengumpulkan miniatur hampir empat puluh tahun yang lalu pada 1972 dan sekarang dia lebih sering mendapatkan buku miniatur sebagai hadiah pemberian dari teman-teman atau keluarganya.

Buku pertamanya adalah _Konstitusi Rakyat Republik Hongaria_, dengan lebar 26 mm dan tinggi 35 mm.

Buku tertua yang dikoleksi Jozsef berusia 100 tahun.(rhs)

Aneh, Batita Dibebaskan Pilih Status Kelamin

Posted by Unknown 0 comments
Stocker dan Witterick bersama kedua anaknya/Ist
Stocker dan Witterick bersama kedua anaknya/Ist
TORONTO - Orangtua pasti menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya, tapi bagaimana jika orangtua memutuskan menyembunyikan status kelamin anaknya?

Sepasang orangtua dari Toronto, Amerika Serikat (AS) mempertahankan untuk menyembunyikan identitas jenis kelamin anaknya agar nantinya bisa mengembangkan identitas jenis kelaminnya sendiri.

Kathy Witterick dan David Stocker dikritik karena telah memaksakan ideologi mereka kepada anaknya yang baru berusia empat bulan, bernama Storm.

Keduanya pun dikritik karena telah membesarkan kedua anaknya yang lainnya Jazz (5) dan Kio (2) dengan pola yang aneh.

Kedua anak laki-lakinya didorong untuk memilih menggunakan baju dan gaya rambut mereka sendiri meskipun baju dan gaya rambut yang mereka kenakan milik anak perempuan.

Hingga kini, kakek dan nenek Storm pun tidak mengetahui apa jenis kelamin cucu mereka tersebut. Mereka pun bingung bagaimana menjelaskan situasi ini.

Seperti dilansir dari Associated Press, Senin (30/5/2011), Witterick mengatakan bahwa bayinya kini tengah mengenal dirinya sendiri dan katanya sangat tidak pantas untuk memaksakan identitas jenis kelamin kepada seorang anak.(rhs
)

Label

ANeH Euy (4497) Adsense (4) AntiVirus (33) BerBloG RiA (213) BerDownload Ria (233) Berita (4584) Bola (213) Cerita (2007) Cybercrime (27) Entertainment (1630) Fashion (303) Fenomenal (1254) Film (470) Forum (11) Gadget (363) Gambar (3461) Games (167) Hot Celebs (355) Internet (504) Justin Bieber (61) Kesehatan (941) Kriminal (427) Lucu (1042) Misterius (1055) Musik (487) Ngegosip Nih (1232) Olahragara Yuk (911) Otomotif Nih (409) Sains (853) Sejarah (921) Seksologi (145) Serba-Serbi (4392) TV Online (2) Teknologi (1165) Tentang Admin (7) Tips (1481) Unik (632) Video (1457) Wisata (348) Zodiak (31)