Peradaban Mesir kuno di lembah sungai Nil di Mesir, Afrika, lahir
disebabkan kesuburan tanah disekitar lembah sungai yang diakibatkan
oleh banjir yang membawa lumpur. Hal inilah yang menarik perhatian
manusia untuk mulai hidup dan membangun peradaban ditempat tersebut.
Peradaban lembah sungai Nil dibangun oleh masyarakat mesir kuno.
Kehidupan masyarakat Mesir kuno
Sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia yaitu mencapai 6400
kilometer. Sungai Nil bersumber dari mata air di dataran tinggi
(pegunungan) Kilimanjaro di Afrika Timur. Sungai Nil mengalir dari arah
selatan ke utara bermuara ke Laut Tengah. Ada empat negara yang
dilewati sungai Nil yaitu Uganda, Sudan, Ethiopia dan Mesir.
Setiap tahun sungai Nil selalu banjir. Luapan banjir itu menggenangi
daerah di kiri kanan sungai, sehingga menjadi lembah yang subur selebar
antara 15 sampai 50 kilometer. Di sekeliling lembah sungai adalah
gurun. Batas timur adalah gurun Arabia di tepi Laut Merah. Batas
selatan terdapat gurun Nubia di Sudan, batas barat adalah gurun Libia.
Kemudian batas utara Mesir adalah Laut Tengah.
Menurut mitos, air sungai yang mengalir terus tersebut adalah air mata
Dewi Isis yang selalu sibuk menangis dan menyusuri sungai Nil untuk
mencari jenazah puteranya yang gugur dalam pertempuran. Namun secara
ilmiah, air tersebut berasal dari gletsyer yang mencair dari pegunungan
Kilimanjaro sebagai hulu sungai Nil. Peranan sungai Nil begitu penting
bagi lahirnya kehidupan masyarakat di lembah sungai tersebut. Maka
tepatlah jika Herodotus menyebutkan “Mesir adalah hadiah sungai Nil”
(Egypt is the gift of the Nile)
Lembah sungai Nil yang subur mendorong masyarakat untuk bertani. Air
sungai Nil dimanfaatkan untuk irigasi dengan membangun saluran air,
terusan-terusan dan waduk. Air sungai dialirkan ke ladang-ladang milik
penduduk dengan distribusi yang merata. Untuk keperluan irigasi
dibuatlah organisasi pengairan yang biasanya diketuai oleh para tuan
tanah atau golongan feodal. Hasil pertanian Mesir adalah gandum, sekoi
atau jamawut dan jelai yaitu padi-padian yang biji atau buahnya keras
seperti jagung.
Untuk memenuhi kebutuhan barang-barang serta untuk menjual hasil
produksi rakyat Mesir, maka dijalinlah hubungan dagang dengan Funisia,
Mesopotamia dan Yunani di kawasan Laut Tengah. Peranan sungai Nil adalah
sebagai sarana transportasi perdagangan. Banyak perahu-perahu dagang
yang melintasi sungai Nil.
Sistem kekuasaan raja-raja Mesir kuno
Sejarah politik di Mesir berawal dari terbentuknya komunitas-komunitas
di desa-desa sebagai kerajaan-kerajaan kecil dengan pemerintahan desa.
Desa itu disebut nomen. Dari desa-desa kecil berkembanglah menjadi kota
yang kemudian disatukan menjadi kerajaan Mesir Hilir dan Mesir Hulu.
Proses tersebut berawal dari tahun 4000 SM namun pada tahun 3400 SM
seorang penguasa bernama Menes mempersatukan kedua kerajaan tersebut
menjadi satu kerjaan Mesir yang besar.
Mesir merupakan sebuah kerajaan yang diperintah oleh raja yang bergelar
Firaun. Ia berkuasa secara mutlak. Firaun dianggap dewa dan dipercaya
sebagai putera Dewa Osiris. Seluruh kekuasaan berada ditangannya baik
sipil, militer maupun agama.
Sebagai penguasa, Firaun mengklaim atas seluruh tanah kerajaan. Rakyat
yang tinggal di wilayah kerajaan harus membayar pajak. Untuk keperluan
tersebut Firaun memerintahkan untuk sensus penduduk, tanah dan binatang
ternak. Ia membuat undang-undang dan karena itu menguasai pengadilan.
Sebagai penguasa militer Firaun berperan sebagai panglima perang,
sedangkan pada waktu damai ia memerintahkan tentaranya untuk membangun
kanal-kanal dan jalan raya.
Untuk menjalankan pemerintahannya Firaun mengangkat para pejabat yang
pada umumnya berasal dari golongan bangsawan. Ada pejabat gubernur yang
memerintah propinsi, panglima ketentaraan, hakim di pengadilan dan
pendeta untuk melaksanakan upacara keagamaan. Salah satu jabatan penting
adalah Wazir atau Perdana Menteri yang umumnya dijabat oleh putra
mahkota.
Sejak tahun 3400 SM sejarah Mesir diperintah oleh 30 dinasti yang
berbeda yang terdiri dari tiga zaman yaitu Kerajaan Mesir Tua yang
berpusat di Memphis, Kerajaan Tengah di Awaris dan Mesir Baru di Thebe.
Secara garis besar keadaan pemerintahan raja-raja Mesir adalah sebagai berikut.
Kerajaan Mesir Tua (2660 – 2180 SM)
Lahirnya kerajaan Mesir Tua setelah Menes berhasil mempersatukan Mesir
Hulu dan Mesir Hilir. Sebagai pemersatu ia digelari Nesutbiti dan
digambarkan memakai mahkota kembar. Kerajaan Mesir Tua disebut zaman
piramida karena pada masa inilah dibangun piramida-piramida terkenal
misalnya piramida Sakarah dari Firaun Joser.
Piramida di Gizeh adalah makam Firaun Cheops, Chifren dan Menkawa.
Runtuhnya Mesir Tua disebabkan karena sejak tahun 2500 SM pemerintahan
mengalami kekacauan. Bangsa-bangsa dari luar misalnya dari Asia Kecil
melancarkan serangan ke Mesir. Para bangsawan banyak yang melepaskan
diri dan ingin berkuasa sendiri-sendiri. Akhirnya terjadilah perpecahan
antara Mesir Hilir dan Mesir Hulu.
Kerajaan Mesir Tengah (1640 – 1570 SM)
Kerajaan Mesir Tengah dikenal dengan tampilnya Sesotris III. Ia berhasil
memulihkan persatuan dan membangun kembali Mesir. Tindakannya antara
lain membuka tanah pertanian, membangun proyek irigasi, pembuatan waduk
dan lain-lain. Ia meningkatkan perdagangan serta membuka hubungan
dagang dengan Palestina, Syria dan pulau Kreta. Sesotris III juga
berhasil memperluas wilayah ke selatan sampai Nubia (kini Ethiopia).
Sejak tahun 1800 SM kerajaan Mesir Tengah diserbu dan ditaklukkan oleh
bangsa Hyksos.
Kerajaan Mesir Baru (1570 - 1075 SM)
Patung Raja/Firaun Thutmosis III

Sesudah diduduki bangsa Hyksos, Mesir memasuki zaman kerajaan baru atau
zaman imperium. Disebut zaman imperium karena para Firaun Mesir
berhasil merebut wilayah/daerah di Asia barat termasuk Palestina,
Funisia dan Syria.
Raja-raja yang memerintah zaman Mesir Baru antara lain:
1. Ahmosis I. Ia berhasil mengusir bangsa Hyksos dari Mesir sehingga berkuasalah dinasti ke 18, ke 19 dan ke 20.
2. Thutmosis I. Pada masa pemerintahannya Mesir berhasil menguasai Mesopotamia yang subur.
3. Thutmosis III. Merupakan raja terbesar di Mesir. Ia memerintah
bersama istrinya Hatshepsut. Batas wilayah kekuasaannya di timur sampai
Syria, di selatan sampai Nubia, di barat sampai Lybia dan di utara
sampai pulau Kreta dan Sicilia. Karena tindakannya tersebut ia digelari
“Napoleon dari Mesir”. Thutmosis III juga dikenal karena memerintahkan
pembangunan Kuil Karnak dan Luxor.
4. Amen Hotep IV. Kaisar ini dikenal seorang raja yang pertama kali
memperkenalkan kepercayaan yang bersifat monotheis kepada rakyat Mesir
kuno yaitu hanya menyembah dewa Aton (dewa matahari) yang merupakan roh
dan tidak berbentuk. Ia juga menyatakan sebagai manusia biasa dan bukan
dewa.
5. Ramses II. Ramses II dikenal membangun bangunan besar bernama
Ramesseum dan Kuil serta makamnya di Abusimbel. Ia juga pernah
memerintahkan penggalian sebuah terusan yang menghubungkan daerah sungai
Nil dengan Laut Merah namun belum berhasil.
Masa Ramses II diperkirakan sezaman dengan kehidupan nabi Musa.
Setelah pemerintahan Ramses II kekuasaan di Mesir mengalami kemunduran.
Mesir ditaklukkan Assyria pada tahun 670 SM dan pada tahun 525 SM
Mesir menjadi bagian imperium Persia. Setelah Persia, Mesir dikuasai
oleh Iskandar Zulkarnaen dan para penggantinya dari Yunani dengan
dinasti terakhir Ptolemeus. Salah satu keturunan dinasti Ptolemeus
adalah Ratu Cleopatra dan sejak tahun 27 SM Mesir menjadi wilayah
Romawi.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Masyarakat Mesir mengenal bentuk tulisan yang disebu Hieroglyph
berbentuk gambar. Tulisan Hieroglyph ditemukan di dinding piramida, tugu
obelisk maupun daun papirus. Huruf Hieroglyph terdiri dari gambar dan
lambang berbentuk manusia, hewan dan benda-benda. Setiap lambang
memiliki makna. Tulisan Hieroglyph berkembang menjadi lebih sederhana
kemudian dikenal dengan tulisan hieratik dan demotis. Tulisan hieratik
atau tulisan suci dipergunakan oleh para pendeta. Demotis adalah tulisan
rakyat yang dipergunakan untuk urusan keduniawian misalnya jual beli.
Huruf-huruf Mesir itu semula menimbulkan teka-teki karena tidak
diketahui maknanya. Secara kebetulan pada waktu Napoleon menyerbu Mesir
pada tahun 1799 salah satu anggota pasukannya menemukan sebuah batu
besar berwarna hitam di daerah Rosetta.
Batu itu kemudian dikenal dengan batu Rosetta memuat inskripsi dalam
tiga bahasa. Pada tahun 1822 J.F. Champollion telah menemukan arti dari
isi tulisan batu Rosetta dengan membandingkan tiga bentuk tulisan yang
digunakan yaitu Hieroglyph, Demotik dan Yunani.
Dengan terbacanya isi batu Rosetta terbukalah tabir mengenai pengetahuan
Mesir kuno (Egyptologi) yang Anda kenal sampai sekarang. Selain di
batu, tulisan Hieroglyph juga ditemukan di kertas yang terbuat dari
batang Papirus. Dokumen Papirus sudah digunakan sejak dinasti yang
pertama. Cara membuat kertas dari gelagah papirus adalah dengan
memotongnya. Kemudian kulitnya dikupas dan intinya diiris/disayat
tipis-tipis.
Sistem kalender
Masyarakat Mesir mula-mula membuat kalender bulan berdasarkan siklus
(peredaran) bulan selama 291/2 hari. Karena dianggap kurang tetap
kemudian mereka menetapkan kalender berdasarkan kemunculan bintang
anjing (Sirius) yang muncul setiap tahun. Mereka menghitung satu tahun
adalah 12 bulan, satu bulan 30 hari dan lamanya setahun adalah 365 hari
yaitu 12 x 30 hari lalu ditambahkan 5 hari. Mereka juga mengenal tahun
kabisat. Penghitungan ini sama dengan kalender yang kita gunakan
sekarang yang disebut Tahun Syamsiah (sistem Solar).
Penghitungan kalender Mesir dengan sistem Solar kemudian diadopsi
(diambil alih) oleh bangsa Romawi menjadi kalender Romawi dengan sistem
Gregorian. Sedangkan bangsa Arab kuno mengambil alih penghitungan
sistem lunar (peredaran bulan) menjadi tarik Hijriah.
Seni bangunan (arsitektur)
Piramida dan Spinx di Gizeh, Mesir

Dari peninggalan bangunan-bangunan yang masih bisa disaksikan sampai
sekarang menunjukkan bahwa bangsa Mesir telah memiliki kemampuan yang
menonjol di bidang matematika, geometri dan arsitektur. Peninggalan
bangunan Mesir yang terkenal adalah piramida dan kuil yang erat
kaitannya dengan kehidupan keagamaan.
Piramida dibangun untuk tempat pemakaman Firaun. Arsitek terkenal
pembuat piramida adalah Imhotep. Bangunan ini biasanya memiliki kamar
bawah tanah, pekarangan dan kuil kecil di bagian luarnya. Tiang-tiang
dan dindingnya dihiasi dengan hiasan yang indah. Di bagian dalam
terdapat lorong-lorong, lubang angin dan ruang jenazah raja. Di depan
piramida terdapat spinx yaitu patung singa berkepala manusia. Fungsi
spinx adalah penjaga piramida.
Piramida terbesar adalah makam raja Cheops, yang tingginya mencapai 137
meter di Gizeh. Selain Cheops, di Gizeh juga terdapat piramida Chefren
dan Menkaure. Di Sakarah terdapat piramida firaun Joser. Selain
piramida apakah ada tempat pemakaman yang lain di Mesir? Berdasarkan
penggalian di daerah El Badari ditemukan pemakaman yang disebut
Hockerbestattung (Hocker artinya jongkok dan bestattung artinya
pemakaman) karena orang yang meninggal dimasukkan dengan cara
didudukkan menjongkok. Ada pula pemakaman yang disebut mastaba untuk
golongan bangsawan.
Bangunan kedua adalah kuil yang berfungsi sebagai tempat pemujaan
dewa-dewa. Kuil terbesar dan terindah adalah Kuil Karnak untuk pemujaan
Dewa Amon Ra.
Kuil Karnak panjangnya ±433 m (1300 kaki), tiang-tiangnya setinggi 23,5 m
dengan diameter ±6,6 m (20 kaki). Tembok, tiang dan pintu gerbang
dipenuhi dengan lukisan dan tulisan yang menceritakan pemerintahan raja.
Sistem kepercayaan bangsa Mesir kuno
Masyarakat Mesir mengenal pemujaan terhadap dewa-dewa. Ada dewa yang
bersifat nasional yaitu Ra (Dewa Matahari), Amon (Dewa Bulan) kemudian
menjadi Amon Ra. Sebagai lambang pemujaan kepada Ra didirikan obelisk
yaitu tiang batu yang ujungnya runcing. Obelisk juga dipakai sebagai
tempat mencatat kejadian-kejadian. Untuk pemujaan terhadap dewa Amon Ra
dibangunlah Kuil Karnak yang sangat indah pada masa Raja Thutmosis
III.
Selain dewa nasional maka ada dewa-dewa lokal yang dipuja pada
daerah-daerah tertentu seperti Dewa Osiris yaitu hakim alam baka, Dewi
Isis yaitu dewi kecantikan isteri Osiris, Dewa Aris sebagai dewa
kesuburan dan dewa Anubis yaitu dewa kematian.
Wujud kepercayaan yang berkembang di Mesir berdasarkan pemahaman sebagai berikut:
1. Penyembahan terhadap dewa berangkat dari ide/gagasan bahwa manusia tidak berdaya dalam menaklukkan alam.
2. Yang disembah adalah dewa/dewi yang menakutkan seperti dewa Anubis atau yang memberi sumber kehidupan.
Jadi dengan taat menyembah pada dewa masyarakat lembah sungai Nil
mengharap jangan menjadi sasaran maut. Kepercayaan yang kedua berkaitan
dengan pengawetan jenazah yang disebut mummi. Dasarnya membuat mummi
adalah bahwa manusia tidak dapat menghindari dari kehendak dewa maut.
Manusia ingin tetap hidup abadi. Agar roh tetap hidup maka jasad
sebagai lambang roh harus tetap utuh.
Kepercayaan (dewa) Mesir kuno

Amon (Amin, Amun): dewa besar dari Thebes yang asal-usulnya tidak
pasti; digambarkan sebagai seorang pria, matahari, dan kadang-kadang
sebagai ithyphallic; diidentifikasi dengan Re sebagai Amin-Re; binatang
sucinya adalah ram dan angsa.
Anat: dewi asal Suriah, dengan karakter suka berperang; digambarkan sebagai seorang wanita memegang perisai dan kapak.
Anubis (Anpu): serigala-dewa, pelindung pembalsem, penyembuh, dan ahli
bedah; di kedua penyembuhan dan upacara mumifikasi, Anubis adalah dewa
pelindung yang disiapkan orang mati dan menyembuhkan hidup. Anubis
dianggap pekuburan besar-dewa.
Anukis (Anqet): dewi katarak-daerah di Aswan; istri Khnum; digambarkan sebagai seorang wanita dengan tinggi kepala-gaun bulu.
Arsaphes (Herishef): ram-headed dewa dari, Heracleopolis.
Astarte (As-start-a): dewi asal Suriah; diperkenalkan ke Mesir selama
Dinasti ke-18. Dia juga dikenal sebagai Ratu Surga dan sering kali
tumpang tindih kultus dengan hamba-hamba Isian.
Aten: dewa matahari-disk, disembah sebagai pencipta besar-dewa oleh Akhenaten

Atum (Tum): asli dewa matahari-Heliopolis, kemudian diidentifikasi dengan Re; digambarkan sebagai seorang pria.
Bastet (kulit kayu): Seekor kucing-dewi-pusat kultus yang berada di
Bubastis di Delta; di Akhir Periode dianggap sebagai dewa dermawan. Dia
dipandang sebagai pelindung kucing, perempuan, dan perlindungan.
Bes: A dwarf-dewa dengan fitur berhubung dgn singa. Dipandang sebagai
dewa rumah tangga, pelindung terhadap ular dan berbagai teror; penolong
perempuan dalam kelahiran anak.
Edjo (Wadjet, Mylla): kobra-dewi Mylla di Delta; yg mengawasi dewa Mesir Hilir, muncul di mahkota kerajaan, melindungi raja.
Geb: dewa bumi; suami Nut; anggota ennead Heliopolis; digambarkan sebagai seorang pria.
Happy: dewa Nil di genangan; digambarkan sebagai seorang pria dengan
penuh, berat payudara, rumpun papirus di kepalanya, dan bantalan yang
bermuatan berat menawarkan-tabel.
Haroeris: suatu bentuk Horus, yang 'Penatua Horus'; diidentikkan dengan elang-dewa dan terutama pelindung raja.
Harpocrates (Hor-Pa-Khred): Sebuah bentuk akhir Horus dalam aspek
menjadi anak Isis dan Osiris; digambarkan sebagai seorang anak telanjang
mengenakan sejumput pemuda dan memegang satu jari ke mulutnya.
Harsiesis: Suatu bentuk Horus, yang ditunjuk secara khusus 'anak Isis'.
Hathor: Dewi banyak fungsi dan atribut; diwakili sering sebagai sapi
atau perempuan berkepala sapi, atau sebagai seorang wanita dengan
kepala bertanduk-gaun; yang belum berpengalaman raja; yang 'Golden
Satu'; kultus-pusat di Memphis, Cusae , Gebelein, Dendera; dewa
pelindung-wilayah pertambangan Sinai; diidentifikasi oleh orang Yunani
dengan Aphrodite. Dia dikirim oleh Re untuk membersihkan tanah kafir.
Setelah membunuh semua yang menentang Re, dia diminta untuk
beristirahat, dan menjadi setara dengan bentuk Yunani Aphrodite, dewi
cinta, kesuburan, perempuan, dan juga pelindung mereka. Ada banyak mitos
yang mengelilingi dewi Hathor.
Hat-mehit: dewi ikan Mendes di Delta; kadang-kadang digambarkan sebagai seorang wanita dengan ikan di kepalanya.
Heqet: dewi kodok Antinoopolis di mana ia dikaitkan dengan Khnum; seorang penolong perempuan dalam kelahiran anak.
Horus (Haroeris, Harpocrates, Harsiesis, Re-Harakhty): dewa elang,
awalnya dewa langit, yang diidentikkan dengan raja selama hidupnya.
Dikenal lebih penting sebagai anak Osiris dan Isis. Horus juga pembalas
Osirius ayahnya, yang dibunuh oleh Tetapkan. Mata Horus berasal dari
sebuah mitos dari pertempuran di mana Horus menyerah mata kanannya
dalam pertempuran. Sejak saat itu Eye of Horus, telah datang untuk
mewakili kekuatan, semangat, dan pengorbanan diri. Pusat-pusat
kultus-Nya berada di banyak tempat, Behdet di Delta, Hierakonpolis dan
Edfu di Mesir Hulu.
Imhotep (Imouthes): Para Kepala Menteri didewakan Djoser, dan arsitek
dari Piramida Langkah; di Periode Akhir dihormati sebagai dewa belajar
dan obat-obatan; digambarkan sebagai seorang pria duduk memegang
papirus yang terbuka; disamakan dengan orang-orang Yunani dengan
Asklepios.

Isis: Isis dikenal sebagai ibu ilahi, dan sebagai istri dari Osiris dan
ibu dari Horus, Isis adalah salah satu dari empat besar dewi pelindung
(kulit kayu, Nephythes, dan Hathor), menjaga peti mati dan kanopik
stoples. Isis adalah kakak animatedankh.gif (2641 bytes) dari Nephthys
dengan siapa ia bertindak sebagai ilahi berkabung untuk orang mati, dan
ilahi yang diwakili oleh Ankh. Dalam Periode Akhir Philae utamanya
adalah kultus-pusat. Dia juga dikenal sebagai Ratu Surga (mirip dengan
Astarte), dan memerintah atas semua hal tentang kehidupan, ibu, dan
ilmu sihir. Dalam mitos asal-usul Re dan dunia, itu tertulis bahwa dia
menemukan nama Re oleh menawan ular berbisa menggigitnya. Bit Re ular,
dan Isis hanya bisa menyembuhkan dirinya dengan mengetahui Re nama
benar. Dengan mengetahui nama Re, ia kemudian memiliki kekuatan sama
dengan dia dan kemudian diberikan semua kekuatan magis-nya dan sejak itu
dikenal sebagai penyihir ilahi. Lain dari mitos Isian keprihatinan,
baik Isis, Osiris, dan Horus. Dalam mitos ini, Atur membunuh Osiris dan
menceraiberaikan tubuhnya dalam empat belas keping di seluruh dunia.
Isis pergi untuk menemukan potongan-potongan ini. Setelah ia menemukan
semua peices, ia reassembles Osiris dan dia datang kembali ke kehidupan
untuk satu malam di mana anak mereka conceives Isis, Horus. Osiris
kemudian menjadi Lord of the Dead. Horus adalah melahirkan dan bertekad
untuk membalas kematian ayahnya dengan membunuh Tetapkan. Isis dari
saat itu hidup sebagai berkabung ilahi di bumi dan di surga.

Khepri: Para kumbang scarab-dewa, yang diidentifikasi dengan Re sebagai
pencipta-dewa; sering direpresentasikan sebagai kumbang dalam matahari

Khnum: Ram-headed Elephantine dewa, dewa Katarak-daerah; diperkirakan telah dibentuk pria di atas roda tembikar.
Khons: dewa bulan, digambarkan sebagai seorang laki-laki; dengan Amun dan Mut sebagai ayah dan ibu, membentuk Theba triad.
Maat: Dewi kebenaran, benar, dan tertib melakukan; digambarkan sebagai
seorang wanita dengan bulu burung unta di kepalanya. Dikatakan bahwa
dalam penghakiman orang mati ia memegang timbangan yang beratnya hati
manusia.
Horus adalah salah satu yang paling tua
dan paling penting para dewa dalam agama Mesir Kuno yang dipuja dari
setidaknya akhir periode Predinastik melalui Yunani-Romawi kali.
Berbagai bentuk Horuses dicatat dalam sejarah dan ini berbeda
diperlakukan sebagai dewa oleh Mesir Kuno. ini berbagai bentuk yang
mungkin akan berbeda persepsi yang sama dewa berlapis-lapis di mana
atribut-atribut tertentu atau hubungan sinkretis ditekankan, tidak harus
dalam oposisi tetapi saling melengkapi satu sama lain, konsisten
dengan cara bangsa Mesir Kuno memandang berbagai aspek dari realitas.
bentuk tercatat paling awal adalah Horus Falcon yang merupakan dewa
pelindung Nekhen di Mesir Hulu dan yang pertama yang diketahui dewa
nasional, khususnya berhubungan dengan raja yang pada waktunya menjadi
dianggap sebagai manifestasi dari Horus dalam hidup dan Osiris dalam
kematian. yang paling sering dijumpai hubungan keluarga menggambarkan
Horus sebagai putra dari Isis dan Osiris tetapi dalam tradisi lain
Hathor dianggap sebagai ibu dan kadang-kadang sebagai istrinya. Horus
melayani berbagai fungsi dalam jajaran Mesir, terutama karena dewa
langit dan dewa perang.
Min: dewa Coptos; kemudian dipuja sebagai dewa kesuburan, dan erat
terkait dengan Amun; digambarkan sebagai ithyphallic patung manusia,
memegang flagela
Bulan (Munt): Awalnya Hermonthis dewa lokal, tepat di sebelah selatan
Thebes; kemudian perang-dewa raja Mesir; digambarkan sebagai burung
elang berkepala.
Mut (Mutt): istri ilahi Amun; kultus-pusat di Asheru, selatan candi
utama Amin-Re di Karnak; awalnya burung pemakan bangkai-dewi, kemudian
biasanya digambarkan sebagai seorang wanita
Nefertum: Dewa dari lotus, dan karenanya unguents; disembah di Memphis
sebagai putra Ptah dan Sakhmet; digambarkan sebagai seorang pria dengan
-gaun kepala bunga teratai
Neheb-kau: Sebuah ular dewa dunia bawah tanah, kadang-kadang digambarkan dengan tubuh laki-laki dan memegang mata Horus.
Neith (Net): Dewi Sais; digambarkan sebagai seorang wanita yang
mengenakan mahkota merah; dia lambang, sebuah perisai dengan
menyeberangi panah; salah satu dari empat 'protector'-dewi yang menjaga
peti mati dan kendi kanopik; diidentifikasi oleh orang-orang Yunani
dengan Athena.
Nekhbet: Hering-dewi Nekheb (modern El-Kab); yg mengawasi dewa Mesir
Hulu, kadang-kadang muncul di mahkota kerajaan di samping kobra (Edjo).
Nephthys (Nebet-het): Adik Isis; salah satu dari empat
'protector'-dewi, yang menjaga peti mati dan kendi kanopik; dengan Isis
bertindak sebagai berkabung untuk Osiris dan karenanya orang mati lain;
digambarkan sebagai seorang wanita.
Nun (Nu): dewa purba kekacauan, Nu juga dilihat sebagai air purba dari
mana dewa-dewa, bumi, dan manusia diciptakan dari, yaitu kekacauan dari
urutan yang telah dibuat.
Nut (Nuit): langit-dewi, istri Geb, dewa bumi; digambarkan sebagai
seorang wanita, tubuhnya yang telanjang melengkung membentuk lengkungan
surga.
Onuris (Anhur): Dewa di Mesir Hulu ini; pemburu ilahi; digambarkan sebagai seorang pria.
Osiris (Asar): Dewa dari dunia bawah, yang diidentifikasi sebagai raja
orang mati, juga seorang dewa dari genangan dan vegetasi;
direpresentasikan sebagai sebuah mumi raja-pusat pemujaan utama,
Abydos.Osiris dilihat sebagai hakim agung mati.
Ptah: Pencipta-dewa Memphis, digambarkan sebagai seorang pria,
mummiform, mungkin awalnya sebagai patung dewa pelindung pengrajin;
disamakan oleh orang Yunani dengan Hephaestus.
Ptah-seker-Osiris: Composite dewa, menggabungkan dewa utama penciptaan,
kematian, dan setelah kehidupan; diwakili seperti Osiris sebagai raja
mumi.
Qadesh: Dewi asal Suriah, sering digambarkan sebagai seorang wanita berdiri di atas punggung singa.
Re
(Ra): Matahari-dewa Heliopolis; kepala ennead besar, hakim tertinggi;
sering dikaitkan dengan dewa-dewa lain bercita-cita untuk
universalitas, misalnya Amin-Re, Sobk-Re; digambarkan sebagai burung
elang berkepala. Tampaknya sebagai bapak para dewa, itu dari dia bahwa
semua dewa dan dewi diciptakan. Dia juga dikenal oleh tiga aspek, yang
sesuai dengan posisi matahari, Amin pada waktu fajar, Re di malam hari,
dan Set saat senja.
Re-harakhty: A dewa dalam bentuk burung elang, memasukan karakteristik Re dan Horus (di sini disebut 'Horus dari Horizon').
Renenutet (Ernutet, Thermuthis): Dewi panen dan kesuburan; digambarkan sebagai ular atau ular berkepala wanita.
Reshef (Reshpu): Dewa perang dan guntur, asal Suriah.
Sekhmet: (Sakhmet) Seekor singa-headed dewi disembah di daerah Memphis;
istri dari Ptah; dianggap sebagai pembawa kehancuran kepada
musuh-musuh Re.
Salib Mesir kuno
banyak kepercayaan masakini juga menganut pada kepercayaan mesir kuno,
dan yang paling utama adalah Paganisme. yang juga mendewakan para dewa/i
mesir kuno.
Salib adalah salah satu simbol manusia paling kuno, dan digunakan oleh
banyak agama, seperti Kristen.Ini sering merupakan representasi dari
pembagian dunia ke dalam empat unsur (Chevalier, 1997) (atau kardinal
poin), atau bergantian sebagai gabungan dari konsep-konsep ketuhanan,
garis vertikal, dan dunia, garis horizontal (Koch, 1955).