Mengenal Ke-Unikan dan Kehebatan KAMASUTRA JOWO
20 Oktober 2011
0
comments
Kama
Sutra Jawa adalah BAB ke XII dari Serat Centhini yang membahas tentang
asmara. Serat Centhini adalah Ensiklopedi Jawa Kuno yang ditulis
atas prakarsa Sunan Paku Buwana V dari Kraton Surakarta pada
pertengahan abad ke 18, yang terdiri atas 28 BAB yang mengupas berbagai
aspek kehidupan manusia. BAB ke 12 tentang asmara membagi ajaran
bercinta menjadi 5 (lima) titik perhatian :
a. Asmara Nala
Disebut juga sengseming nala. Maknanya, kedua insan yang bercinta hendaknya dilandasi
oleh cinta yang muncul dari lubuk hati masing-masing. Seks bukan
sekedar untuk menyalurkan hasrat birahi belaka, namun merupakan
perpaduan dua hati yang saling mencinta dan mendamba.
b. Asmara Tura
Disebut juga sengseming pandulu. Maksudnya, kedua insan yang bercinta hendaknya dilandasi oleh rasa saling tertarik kepada kecantikan dan ketampanan kedua belah pihak.
c. Asmara Turida
Disebut
juga Sengseming pamirengan. Maknanya, kedua insan yang bercinta akan
semakin larut dalam asyik masyuk dengan senda gurau mesra yang membuat
rangsangan pada gendang telinga. Sepasang suami istri yang sedang
bercinta akan lebih nikmat jika si istri mengimbangi suami dengan
desah-desah yang terkendali.
d. Asmara Dana
Disebut juga sengseming pocapan. Syair, puisi dan kata-kata mutiara sering kali dilantunkan oleh sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta.
e. Asmara Tantra
Disebut
juga sengseming pangarasan. Ciuman merupakan mantik birahi yang paling
dahsyat. Kedua insan yang sedang among tresna(saling jatuh cinta) tidak
akan melupakan ciuman, entah itu pada dahi, pipi, mata, bibir, atau
bagian tubuh yang lain. Oleh karena itu pasangan suami istri hendaknya
mempelajari teknik-teknik berciuman. Masing-masing jenis ciuman membawa
kenikmatan dan psikologis yang berbeda.
f. Asmaragama
Disebut
juga sengseming salulut. Puncak dari karonsih adalahsalulut yakni
masuknya alat kelamin laki-laki ke dalam alat kelamin perempuan. Alat
kelamin laki-laki sebelum masuk ke dalam liang vagina harus dipastikan
4 (empat) hal, yakni besar, panjang, keras dan hangatnya. Sedang alat
kelamin perempuan yang mampu memberikan kenikmatan laki-laki adalah yang
hangat, empuk dan menyerah.
Sumber : Purwadi, 2004
Catatan :
Karya Sastra Jawa "Serat Centhini" telah diterbitkan
dalam bahasa Inggris atas prakarsa ibu Kestity Pringgoharjono dengan
judul "The Centhini Story : The Javanese Journey of Life", Soewito
Santoso. Marshall Cavendish (Times Edition), Singapore 2006. ( Kompas,
28 November 2010)