Parah,Oknum Polisi Bantah Paksa Warga Jilati Mobilnya
19 Oktober 2011
0
comments
"Waktu itu, kita bertanya sama dia (Abdul) dengan maksud supaya dia waktu itu langsung memeriksa bagian badan mobil ditabrak malam itu di halaman parkir kafe," ungkap Briptu HT bersama rekannya Bripda AW, kemarin sore (Selasa, 18/10/2011), di kantor Polair Babel, kawasan Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang.
Bripda AW menceritakan, saat kejadian, sekitar pukul 01.00 WIB, dia dan rekannya, HT, bertanya berulang kali kepada Abdul yang diduga menyerempet mobil mereka di halaman kafe. Namun, menurut AW, Abdul terkesan menjawab dengan berbelit-belit. AW pun beranggapan Abdul berkilah. "Sempat kita tanya berulang-ulang ke dia, malah ia seperti tidak percaya bahwa mobil yang dibawanya telah menabrak bagian mobil kita yang sedang diparkir halaman kafe," jelas AW.
Diberitakan sebelumnya, gara-gara menyerempet mobil anggota Sat Polair Jebus, empat warga harus patungan Rp 4 juta untuk membayar ganti rugi. Tak hanya itu, mereka juga dipaksa menjilati goresan mobil yang diserempet./sumber