Keluarga Steve Jobs dan Warisan Senilai Rp 58,5 Triliun
13 Oktober 2011
0
comments
Memang benar adanya bahwa di balik kesuksesan setiap pria terdapat
seorang wanita yang mendukung dan mendampinginya. Steve Jobs, seperti
yang kita tahu, adalah tokoh dunia yang telah memberikan pengaruh besar
semasa hidupnya, dalam bidang teknologi tentunya. Semasa hidupnya, Steve
selalu ditemani oleh Laurene Powell Jobs, istrinya. Seorang wanita
tangguh yang menemani Steve sampai akhir hanyatnya.
Lalu bagaimana kehidupan keluarga Jobs lainnya, berikut rangkuman
ruanghati.com dari beberapa media lain yang mengupas kehidupan pribadi
Pendiri Apple tersebut. Di balik kekayaan dan keteneran Steve Jobs
sebagai si jenius visioner yang merevolusi perkembangan teknologi
komputer, terdapat sebuah kisah luar biasa tentang keluarga yang
terfragmentasi
Kekusutan keluarga Jobs dari ayah yang terlupakan, saudari yang lama
hilang, dan anak luar nikah membuat para pengacara mungkin akan
menghadapi tugas sulit dalam mengatur warisannya yang bernilai 8,3
miliar dollar AS. Salah satu pendiri dan mantan CEO Apple yang meninggal
pada usia 56 tahun pada hari Rabu (5/10/2011) itu secara luas dipandang
sebagai salah satu pengusaha terbesar dunia. Ia berada di urutan 110
orang terkaya dunia.
Jobs, dari Palo Alto, California, meninggalkan dua orang saudari
Patti Jobs dan Mona Simpson, istrinya Laurene Powell Jobs dan tiga orang
anak mereka Eve, Erin dan Reed. Kehidupan Jobs penuh lika-liku. Dia
diadopsi ketika masih bayi dan, meski ayah biologisnya berupaya untuk
menghubunginya, ia tetap terasing dari ayah kandungnya itu.
Pada awal umur dua puluhan, Jobs terlibat skandal keluarga, yaitu
ketika ia menjadi ayah seorang anak, hasil hubungan dengan kekasihnya
dari masa SMU, Chrisann Brennan. Brennan, yang merupakan pacar serius
pertamanya, hamil pada 1977. Jobs pada awalnya menyangkal bahwa dia
merupakan ayah dari anak yang dilahirkan Brennan. Brennan melahirkan
Lisa Brennan-Jobs tahun 1978.
Brennan awalnya membesarkan putri mereka sendirian. Namun Jobs
menerima tanggung jawabnya sebagai ayah dua tahun kemudian setelah
pengadilan memerintahkan tes darah yang membuktikan bahwa dia merupakan
ayah anak itu. Lisa akhirnya diundang memasuki kehidupan Jobs, sebagai
seorang remaja. Kepada majalah Vogue, Lisa mengatakan, dia tinggal
bersama ayahnya selama beberapa tahun. Lisa Brennan Jobs menempuh jalan
hidupnya sendiri, setelah lulus dari Harvard University, dengan menjadi
wartawan dan penulis.
“Di California, ibu saya telah membesarkan saya hampir sendirian,”
tulis Lisa dalam sebuah artikel untuk Vogue tahun 2008. “Kami tidak
memiliki banyak hal, tetapi dia hangat dan kami bahagia. Kami banyak
berpindah. Mengontrak. Ayah saya kaya dan terkenal, dan kemudian, ketika
saya kenal dia, (kami) pergi berlibur bersama dia, dan kemudian tinggal
bersamanya selama beberapa tahun. Saat itu saya melihat dunia lain,
yang lebih glamor.”
Steve Jobs lahir dari pasangan Joanne Simpson dengan mahasiswa Suriah, Ayah Steven Jobs Abdulfattah Jandali.
Jandali tidak menikah dengan Simpson saat Jobs lahir di San Francisco,
California, pada Februari 1955. Simpson sendiri tidak mau membesarkan
seorang anak hasi hubungan luar nikahnya itu. Jadilah Jobs diadopsi.
Jobs diduga tidak pernah berkontak dengan ayah kandungnya. Jandali,
kini 80 tahun, seorang bos kasino, mengatakan, dia ingin bertemu
putranya itu tapi khawatir jika Jobs berpikir bahwa motifnya hanya demi
uang. Dia selalu berharap anaknya akan meneleponnya untuk melakukan
kontak dan telah meng-email-i Jobs beberapa kali dalam upaya untuk
berbicara. Jandali pernah mengatakan, ia ‘tidak percaya’ anaknya bisa
menciptakan gadget begitu banyak.
Simpson dan Jandali kemudian mempunyai anak kedua bernama Mona
Simpson, yang menjadi novelis. Namun Jobs tidak bertemu dengan Mona
Simpson hingga Jobs berusia 27 tahun. Dia tidak pernah menjelaskan
bagaimana ia melacak adiknya itu. Namun Mona Simpson menggambarkan
hubungan mereka sebagai ‘dekat’.
Jobs diadopsi pasangan kelas pekerja Clara dan Paul Jobs, keduanya
telah meninggal. Selain Steve Jobs, pasangan itu juga mengadopsi anak
lain, Patti Jobs. Jobs bertemu istrinya, Laurene Powell, tahun 1989
ketika ia berbicara di Universitas Stanford. Mereka punya tiga anak,
yaitu Eve, Erin dan Reed. Pasangan itu menikah tahun 1991 dan Reed lahir
tak lama setelah itu. Reed kini berusia 20 tahun.
Penulis biografi pembesut Apple tersebut, Walter Isaacson, mengatakan
ketika ia mengunjungi Jobs beberapa pekan lalu, ia menemukan Jobs dalam
kondisi meringkuk kesakitan di kamarnya yang terletak di lantai satu.
Pasalnya, ia tak mampu lagi naik tangga.
Meski demikian, secara mengejutkan, tutur Walter, ia tetap ceria.
“Pikirannya masih tajam dan humor-humornya masih segar,” kenang Walter.
Jobs lalu menuturkan mengapa, terlepas dari ketenarannya secara
personal, ia akhirnya memutuskan bekerjasama dengan seorang penulis
biografi.
“Aku ingin anak-anaku mengenalku,” ungkap Walter mengenang ucapan
Jobs, dalam sebuah tulisan penghormatan untuk majalah Time. “Saya tidak
selalu ada di sana untuk mereka dan saya ingin mereka tahu mengapa dan
memahami apa yang saya lakukan.”
Teman-temannya mengatakan ia menghabiskan beberapa minggu terakhir di
rumahnya, Palo Alto, California dengan keluarga, yang kini bakal
menyaksikan pembagian warisannya senilai 6,5 milyar dolar. Meski banyak
pengunjung potensial ditolak, ia memiliki waktu untuk mengucapkan
selamat tinggal kepada teman-teman dekatnya.
Bila melihat cerita diatas memang harus diakui betapa peliknya
pengacara Jobs akan bisa adil membagi warisan kekayaan sebesar kurang
lebih 58,5 Triliun rupiah tersebut.
(sumber)