Tahun Depan Ujian Nasional Ulangan Ditiadakan
18 Desember 2010
0
comments
Mendiknas M. Nuh memberikan penjelasan tentang restrukturisasi organisasi Kementrian Pendidikan Nasional di Jakarta, Jumat (23/4). Perubahan ini dilakukan untuk menciptakan efisiensi Sumberdaya dan efektifitas serta kemudahan pengelolaan oraganisasi.
"Kami optimis dengan formulasi nilai gabungan sekarang tingkat kelulusan akan semakin besar karena siswa tidak hanya dipotret sesaat, tapi di tiga tahun," ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdiknas, Mansyur Ramly, saat ditemui seusai acara Sosialisasi Kebijakan ujian nasional, Jumat (17/12).
Setelah disepakati oleh Dewan, tahun depan Kementerian Pendidikan akan menggunakan formulasi baru dalam penentuan kelulusan siswa. Formulasi tersebut yakni penggabungan nilai ujian nasional dengan nilai sekolah yang terdiri dari nilai rata-rata ujian akhir sekolah dengan nilai rapor siswa semester 3-5 untuk setiap mata pelajaran yang tidak diujikan dalam ujian nasional.
Dengan formulasi yang baru tersebut, kementerian memperkirakan tingkat probabilita kelulusan juga akan semakin tinggi. "Selain itu ujian ulang memakan waktu di mobilisasinya," kata Mansyur.
Hal yang akan ditentukan sekarang, kata Mansyur, adalah bobot dari masing-masing nilai ujian sekolah dan nasional tersebut. Untuk standarnya, pemerintah menggunakan batas nilai bawah kelulusan yaitu 5,5.
Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh menyatakan, besaran pembobotan nilai ujian sekolah dan ujian nasional masih akan dirundingkan. "Yang jelas bobot untuk UN lebih tinggi tapi detailnya masih nanti," katanya.
Selain menentukan kriteria kelulusan dari nilai gabungan ujian nasional dan nilai sekolah, pemerintah juga menetapkan kriteria lulus ujian sekolah diberikan sepenuhnya kepada satuan pendidikan. Ujian sekolah juga akan dilaksanakan sebelum ujian nasional.
Jangan Lupa Berikan Komentarnya dan Cek Rate Artikelnya ya Teman-teman anak muda