Peserta Festival Vegetarian Phuket Menusuk Wajahnya dengan Beraneka Benda Tajam
7 Oktober 2011
0
comments
Para peserta Festival Phuket Vegetarian di Thailand ini mungkin sudah tidak memiliki indera perasa lagi. Bagaimana tidak? Mereka dengan santainya menusuk wajah dengan tusuk sate super besar, pisau, bor, obeng, payung, bahkan helikopter mainan sebagai bagian dari upacara pemurnian raga tahunan.
Peringatan! Beberapa foto dalam galeri dibawah ini mungkin mengandung sedikit gambar yang tidak cocok untuk anak-anak. Silakan klik show spoiler untuk melihat foto.
Festival ini dipercaya telah dirayakan oleh komunitas Tionghoa di Phuket sejak tahun 1825. Tradisi ini dimulai di distrik Kathu yang merupakan rumah dan kuil bagi banyak warga Tionghoa.
Ketika mengadakan Festival Phuket Vegetarian ini, warga Tionghoa berpantang dari daging, alkohol, dan seks. Peraturan lainnya adalah mengenakan pakaian putih dan menjaga kebersihan. Orang yang sedang berkabung, wanita hamil atau menstruasi dilarang untuk menghadirinya.
Hal yang paling terkenal dari acara ini adalah para "ma song" atau "mah song", yang berarti "kuda para dewa" atau "media roh." Mereka menyakiti dirinya sendiri untuk menyerap energi buruk agar tidak mendekati komunitas mereka.
Ada 2 alasan orang rela menjadi ma song. Pertama, mereka dipilih Tuhan untuk melakukannya. Kedua, mereka mendapat pertanda buruk dan berharap dengan menjadi ma song dapat mengubah nasib mereka.
Salah seorang ma song, Khen Uten, 35 tahun, telah menindik tubuhnya di festival sejak ia berusia 15 tahun. Dia mengatakan bahwa tubuhnya telah diambil alih Tuhan sehingga ia tidak merasa kesakitan ketika benda tajam tersebut menembus kulit dan dagingnya.