5 Pemimpin Asia Tenggara Terguling
17 November 2011
0
comments
Penguasa datang dan pergi. Begitupun
kekuasaan yang datang menghampiri seseorang, terkadang sirna pada akhir
kekuasaan yang tragis. “People Power” sedikit banyak
menghentikan tahta mereka yang dirajut berapi-api. Tapi dimata rakyat,
onak yang tumbuh terlampau dirasakan nyeri, “mereka” harus dicabut dari
singgasana anarki. Berikut uniknya.com paparkan, 5 pemimpin Asia
Tenggara terguling:
1. Soekarno
Ir. Soekarno
adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945–1966.
Situasi politik Indonesia menjadi tidak menentu setelah
enam jenderal dibunuh dalam peristiwa yang dikenal dengan
sebutan Gerakan 30 September atau G30S pada 1965. Kemudian massa dari
KAMI dan KAPI melakukan aksi demonstrasi dan menyampaikan Tri Tuntutan
Rakyat (Tritura) yang salah satu isinya meminta agar PKI dibubarkan.
Lima bulan kemudian,
dikeluarkanlah Surat Perintah Sebelas Maret yang ditandatangani oleh
Soekarno. Soekarno kemudian membawakan pidato pertanggungjawaban
mengenai sikapnya terhadap peristiwa G30S pada Sidang Umum ke-IV MPRS.
Soekarno (sumber: wordpress.com)
Hingga akhirnya pada 20
Februari 1967 Soekarno menandatangani Surat Pernyataan Penyerahan
Kekuasaan di Istana Merdeka. Dengan ditandatanganinya surat tersebut
maka Soeharto de facto menjadi kepala pemerintahan Indonesia. Setelah
melakukan Sidang Istimewa maka MPRS pun mencabut kekuasaan Presiden
Soekarno, mencabut gelar Pemimpin Besar Revolusi dan mengangkat Soeharto
sebagai Presiden RI hingga diselenggarakan pemilihan umum berikutnya.
2. Pol Pot
Saloth Sar lebih dikenal sebagai Pol
Pot, adalah pemimpin Khmer Merah dan Perdana
Menteri Kamboja dari 1976 hingga 1979. Pemerintahannya banyak disalahkan
untuk kematian sekitar dua juta warga Kamboja, meski perkiraan
jumlahnya beragam. Pada akhir 1978, Vietnam menginvasi Kamboja. Pasukan
Kamboja dikalahkan dengan mudah, dan Pol Pot lari ke
perbatasan Thailand. Pada Januari 1979, Vietnam membentuk pemerintah
boneka di bawah Heng Samrin, yang terdiri dari anggota Khmer Merah yang
sebelumnya melarikan diri ke Vietnam untuk menghindari penmbasmian yang
terjadi sebelumnya pada 1954. pada 15 April 1998, Pol Pot meninggal –
kabarnya akibat serangan jantung. Jasadnya kemudian dibakar di wilayah
pedesaan, disaksikan oleh beberapa anggota eks-Khmer Merah.
Pol Pot (sumber: listal.com)
3. Soeharto
Soeharto adalah Presiden Indonesia yang
kedua (1967-1998), menggantikan Soekarno. Soeharto mengambil alih
kekuasaan Soekarno, dan resmi menjadi presiden pada tahun 1968. Ia
dipilih kembali oleh MPR pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993,
dan 1998. Pada tahun 1998, masa jabatannya berakhir setelah mengundurkan
diri pada tanggal 21 Mei tahun tersebut, menyusul terjadinya Kerusuhan
Mei 1998 dan pendudukan gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa yang
menuntutnya untuk mundur.
Soeharto (Sumber:persilat.or)
Peninggalan Soeharto masih diperdebatkan
sampai saat ini. Dalam masa kekuasaannya, yang disebut Orde Baru,
Soeharto membangun negara yang stabil dan mencapai kemajuan ekonomi dan
infrastruktur. Suharto juga membatasi kebebasan warganegara Indonesia
keturunan Tionghoa, menduduki Timor Timur, dan dianggap sebagai rezim
paling korupsi sepanjang masa dengan jumlah $AS 15 miliar sampai $AS 35
miliar.
4. Ferdinand Marcos
Ferdinand EdralĂn
Marcos adalah Presiden kesepuluh Filipina. Marcos adalah presiden
Filipina pertama yang terpilih untuk menjabat selama dua masa bakti
berturut-turut secara penuh. Pada tahun 1972, ia mendirikan rezim
otoriter yang memperbolehkannya tetap berkuasa hingga rezim tersebut
dihapus pada 1981.
Ferdinand Marcos (Sumber: freewebs.com)
Pada tahun 1986, ia terpilih untuk
keempat kalinya dalam sebuah pemilu yang diduga dipengaruhi kecurangan.
Marcos akhirnya diturunkan dari jabatannya sebagai presiden
dalam Revolusi EDSA, sebuah revolusi yang damai, pada tahun yang sama.
Bersama dengan istrinya, Imelda, Marcos
melarikan diri ke Hawaii. Di sana ia dituduh menggelapkan uang dan
ditemukan bersalah. Marcos meninggal dunia di Honolulu, Hawaii pada
tahun 1989 akibat penyakit ginjal, jantung, dan paru-paru. Marcos
pertama dikebumikan di Hawaii, sejak itu dimakamkan di kuburan besar
indah di Kota Batac, provinsi Ilocos Utara.
5. Takhsin Sinawatra
Thaksin Shinawatra adalah adalah mantan
Perdana Menteri Thailand dari tahun 2001 hingga 2006 dan Ketua
Partai Thai Rak Thai yang populer. Pada 4 April 2006, menyusul protes
atas dirinya dan pemilu sepihak yang dimenangi partainya secara
mayoritas, ia menyatakan mundur dari jabatannya sebagai perdana menteri.
Meskipun begitu, ia masih akan terus menjabat hingga penggantinya
dilantik. Ia lalu digulingkan lewat sebuah kudeta pada 19 September
2006 yang dilaksanakan oleh angkatan bersenjata Thailand. Shinawatra
saat itu sedang berada di Amerika Serikat untuk menghadiri Sidang Umum
PBB.
(Sumber: tastythailand.com)
Sebelum terjun ke dalam dunia politik,
Thaksin adalah pendiri Shin Corporation yang salah satu bagian dari
perusahaannya adalah operator telepon seluler terbesar Thailand Advanced
Info Service. Ia juga adalah orang terkaya di Thailand. Ia menikah
dengan Khunying Potjaman Shinawatra (Damapong) dan ayah tiga
anak: Panthongtae, Pinthongtha, dan Praethongtharn.(**)
sumber:http://www.uniknya.com/2011/11/5-pemimpin-asia-tenggara-terguling/