Seorang Petani Menemukan Meteorit Seharga Tujuh Milliar [video]
14 November 2011
0
comments
Sebuah meteorit ditemukan oleh seorang petani pada tahun 2006, dan
dianggap merupakan yang pertama kali ditemukan diantara
meteorit-meteorit yang hanya 19 buah pernah ditemukan di Amerika Serikat
(AS).
Sang pemilik tanah, yang ingin identitasnya tetap
dirahasiakan, menemukan spesimen tersebut di dekat kota kecil Conception
Junction, Missouri.

Setelah melalui begitu banyak analisis ilmiah, meteor ini diketahui belum pernah terlihat sebelumnya dan jika diuangkan harganya dapat mencapai Rp 7 Milliar.
Setelah melalui begitu banyak analisis ilmiah, meteor ini diketahui belum pernah terlihat sebelumnya dan jika diuangkan harganya dapat mencapai Rp 7 Milliar.
Pada tahun 2009, Karl Aston, seorang ahli
kimia yang juga pemburu meteorit amatir, mendengar tentang batu tersebut
dan bersama teman-temannya membentuk sebuah kelompok unutk membeli batu
meteor itu.
Meteorit itu pertama kali diperiksa oleh ahli
geokimia Randy Korotev dari Washington University di St Louis. Korotev
percaya meteor itu adalah bagian dari sebuah asteroid yang mengorbit
matahari di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter, menurut LiveScience.
Fragmen itu kemudian copot dan berakhir pada orbit yang melintasi bumi dan akhirnya ditarik oleh gravitasi.

Para ahli tidak bisa sepenuhnya yakin ketika batu itu mendarat di bumi. Karena, dari luar tampak seperti sebuah batu biasa, namun di dalamnya meteor ini memiliki kristal hijau yang bercahaya dari mineral yang disebut olivin.
Para ahli tidak bisa sepenuhnya yakin ketika batu itu mendarat di bumi. Karena, dari luar tampak seperti sebuah batu biasa, namun di dalamnya meteor ini memiliki kristal hijau yang bercahaya dari mineral yang disebut olivin.
Seperti yang dikutip situs dailymail Batu dari
luar angkasa itu juga dipelajari oleh John Wasson dari UCLA, yang
mempunyai alat khusus untuk menganalisis matriks logam kristal yang
terkandung dalam meteorit. Analisisnya menunjukkan bahwa batu itu
benar-benar tidak seperti apapun yang pernah ditemukan di bumi sampai
saat ini.
Pada bulan Agustus, Nomenclature Committee of the
Meteoritical Society secara resmi menamakannya sebagai Conception
Junction, sesuai lokasi dimana batu itu ditemukan.
Karl Aston sang pemburu meteor yang membawa batu luar angkasa yang ditemukan di Conception Junction
Randy Korotev, seorang ahli geokimia yang memberi nama meteorit tersebut Conception Junction sesuai dengan lokasi penemuannya
Ketika
diiris dan dipoles, meteorit Conception Junction bernilai antara Rp
270 ribu sampai Rp 450 ribu per gram. Sebaliknya, meteorit yang umum
dijual hanya seharga Rp 18 ribu sampai Rp 27 ribu per gram.
Batu
Conception Junction ini kira-kira seberat 16 kiloram, yang berarti total
nilai meteorit ini dapat mencapai Rp 4,5 Milliar sampai Rp 7,1 Milliar
jika dibeli secara keseluruhan.